HOTLINE

Nanis :91386828, 08129434080

yahoo messenger nanis

Firman : 91386838, 0811921787

yahoo messenger Firman

Chaidir : 91386829, 081388288675

yahoo messenger chaidir

Lia : 91386830, 0811 1102188

yahoo messenger lia

Laura :

yahoo messenger laura

Yuli : 33323608, 085217318141

yahoo messenger lia

Head Office:

PT. KAFILAH MAGHFIRAH WISATA
Perkantoran Mitra Matraman Blok A1-25 Jl. Matraman Raya  No.148 Jakarta 13150

[HUNTING]
021 851 7172
021 8591 8134

Fax. 021 8591 8135
Email : travel@Maghfirah.com

<<Kantor Perwakilan>>

<<Peta Lokasi Maghfirah Travel>>

Miqat PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh admin   

Miqat adalah hal yang penting dalam ibadah haji dan umrah. Miqat secara harfiah berarti batas yaitu garis demarkasi atau garis batas antara boleh atau tidak,atau perintah mulai atau berhenti, yaitu kapan mulai melapazkan niat dan maksud melintasi batas antara Tanah Biasa dengan Tanah Suci.

Sewaktu memasuki Tanah Suci itulah semua jama’ah harus berpakaian dan mulai mengucapkan talbiyah. Miqat yang dimulai dengan pemakaian pakaian ihram harus dilakukan sebelum melintasi batas – batas yang dimaksud. Miqat dibedakan atas dua macam yaitu ; Miqat Zamani (batas waktu) dan Miqat Makami (batas letak tanah).

MIQAT ZAMANI

Adalah Miqat yang berhubungan dengan batas waktu, yaitu kapan atau pada tanggal dan bulan apa hitungan Haji itu ?. Miqat Zamani disebut dalam Al-Qur’an dalam surat Al-Baqarah ayat 189 dan 197. Ayat pertama menjelaskan kedudukan bulan sabit sebagai tanda waktu bagi manusia dan Miqat bagi jama’ah haji. Ayat kedua menegaskan, bahwa yang dimaksud dengan Bulan – Bulan Haji atau waktu haji adalah beberapa bulan tertentu.

Para Ulama sepakat bahwa bulan yang dimaksud adalah bulan Syawal, Zulkaidah dan Zulhijah. Yaitu mulai dari tanggal 1 syawal s/d 10 Zulhijah. yang jumlah keseluruhannya adalah 69 hari. akan tetapi untuk bulan Zulhijah masih ada perbedaan pendapat apakah seluruh atau sebagian saja.

MIQAT MAKANI

Yaitu miqat berdasarkan peta atau batas tanah geografis, tempat seseorang harus mulai menggunakan pakaian Ihram untuk melintas batas tanah suci dan berniat hendak melaksanakan Ibadah Haji atau Umrah. Miqat Makani antara lain :

1. Bier Ali (disebut juga Zulhulayfah), letaknya sekitar 12 km dari Madinah, merupakan miqat bagi orang yang datang dari arah Madinah.

2. Al-Juhfah, suatu tempat yang terletak antara Mekah dan Madinah, sekitar 187 km dari Mekah, dan merupakan miqat bagi jama’ah yang datang dari Syam (Suriah), Mesir dan Maroko atau yang searah. Setelah hilangnya ciri – ciri Al-juhfah, miqat ini diganti dengan miqat lainnya yakni Rabigh, yang berjarak 204 km dari Mekah.

3. Yalamlam, sebuah bukit di sebelah selatan 54 km dari Mekah, merupakan miqat bagi jama’ah yang datang dari arah Yaman dan Asia.

4. Qarnul Manazil, sebuah bukit di sebelah Timur 94 km dari Mekah.

5. Zatu Irqin, suatu tempat Miqat yang terletak di sebelah utara Mekah, berjarak 94 km dari Mekah, merupakan miqat bagi jama’ah dari Iraq dan yang searah.

Semua Miqat ditetapkan langsung oleh Nabi sebagaimana disebutkan disebutkan dalam hadis-hadis Bukhari, Muslim dll. Namun untuk miqat Zatu Irqin terdapat dua riwayat. Menurt Bukhari miqat ini ditetapkan oleh Umar bin Khatab, sedangkan menurut riwayat Abu Daud miqat ini ditetapkan oleh Rasulallah. Sebuah Miqat berlaku bagi orang-orang yang berdomisili didaerah itu dan lainnya yang dalam perjalanannya di Mekah melalui tempat itu. Bagi penduduk Mekah maka tempat ia mulai Ihram adalah pintu rumahnya. (berbagai sumber)

 

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari Ini1199
mod_vvisit_counterKemarin2373
mod_vvisit_counterMinggu Ini9889
mod_vvisit_counterBulan Ini36424
mod_vvisit_counterSemua484219

Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata (diantaranya) maqam Ibrahim;barangsiapa memasukinya(Baitullah itu) menajdi amanlah;mengerjakan haji adalah kewajiban manusia karena Allah,yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan kesana. Dan barangsiapa yang ingkar(terhadap kewajiban haji),maka bahwasanya Allah Maha Kaya dari semesta alam (Ali ‘Imran [3]:97)